N2XRY Kabel Listrik Cu/XLPE/PVC/SWA/PVC 0.6/1kV Multi Core PVC Berselubung Baja untuk Jaringan Daya, Instalasi Bawah Tanah & Outdoor

N2XRY Cu/XLPE/PVC/SWA/PVC 0.6/1kV Kabel

APLIKASI
Nama Eropa dari kabel BS5467. Kabel PVC multi-core dengan pelindung baja (SWA). Digunakan sebagai kabel daya dan kabel kontrol bantu untuk jaringan listrik, pemasangan bawah tanah, outdoor maupun indoor, serta untuk instalasi dalam ducting kabel.

KARAKTERISTIK

  • Tegangan Nominal Uo/U: 0.6/1kV

  • Suhu Operasi:

    • Tetap: -25°C hingga +90°C

  • Radius Lengkungan Minimum:

    • 1.5 mm² hingga 16 mm² – Tetap: 6 x diameter keseluruhan

    • ≥25 mm² – Tetap: 8 x diameter keseluruhan

KONSTRUKSI

  • Konduktor: Tembaga tersusun stranded kelas 2

  • Isolasi: XLPE (Cross-Linked Polyethylene)

  • Lapisan Alas: PVC (Polyvinyl Chloride)

  • Pelindung: SWA (Steel Wire Armour)

  • Selubung: PVC (Polyvinyl Chloride)

  • Identifikasi Inti:

    • 2 inti: Coklat, Biru

    • 3 inti: Coklat, Hitam, Abu-abu

    • 4 inti: Coklat, Biru, Hitam, Abu-abu

    • 5 inti: Hijau/Kuning, Coklat, Biru, Hitam, Abu-abu

  • Alternatif Identifikasi Inti: Inti putih dengan angka hitam

  • Warna Selubung: Hitam

STANDAR
BS 5467, IEC/EN 60502-1, IEC/EN 60228
Flame Retardant sesuai IEC/EN 60332-1-2


DIMENSI

Kabel listrik multi-core N2XRY 0.6/1kV dengan konduktor tembaga, isolasi XLPE, lapisan PVC, dan baja pelindung (SWA) adalah salah satu kabel daya unggulan yang banyak digunakan di Indonesia. Kabel ini dirancang untuk instalasi indoor, outdoor, maupun langsung di tanah, dengan standar keamanan BS 5467.

Mengapa Kabel N2XRY 0.6/1kV Banyak Digunakan di Indonesia?

Kabel N2XRY banyak dipilih karena ketahanan api, kemampuan mengalirkan daya tinggi, dan perlindungan mekanis yang kuat. Beberapa alasan utamanya meliputi:

  • Keamanan: Standar BS 5467 menjamin kabel ini tahan api dan memenuhi IEC/EN 60332-1-2, sehingga aman digunakan di bangunan dan area industri.

  • Ketahanan Lingkungan: Cocok untuk kondisi tanah bebas air dan instalasi outdoor maupun indoor.

  • Fleksibilitas Teknis: Mendukung berbagai ukuran arus dan tegangan hingga 0.6/1kV, dengan berbagai jumlah inti (2,3,4,5,7,12,19,27,37).

Di Indonesia, kabel ini banyak digunakan di proyek listrik gedung tinggi, industri manufaktur, PLTU, hingga jaringan distribusi bawah tanah.


Apa Saja Struktur dan Material Kabel N2XRY 0.6/1kV?

Kabel N2XRY memiliki struktur multilayer yang dirancang untuk performa maksimal:

Lapisan

Material

Fungsi

Konduktor

Tembaga stranded Class 2

Mengalirkan listrik dengan efisiensi tinggi

Isolasi

XLPE (Cross-Linked Polyethylene)

Menahan suhu hingga 90°C dan mencegah kebocoran arus

Bedding

PVC

Melindungi konduktor dari gesekan dengan lapisan luar

Armour

Baja (SWA)

Memberikan perlindungan mekanis terhadap tekanan dan guncangan

Sheath

PVC

Pelindung luar dari kelembaban, UV, dan korosi

Identifikasi inti kabel:

  • 2 inti: Coklat & Biru

  • 3 inti: Coklat, Hitam, Abu-abu

  • 4 inti: Coklat, Biru, Hitam, Abu-abu

  • 5 inti: Hijau/Kuning, Coklat, Biru, Hitam, Abu-abu

  • Alternatif: inti putih dengan nomor hitam untuk memudahkan instalasi.


Apa Perbedaan Kabel N2XRY dengan Kabel BS 5467 Lainnya?

Fitur

N2XRY

Kabel BS 5467 Standar

Isolasi

XLPE

PVC

Pelindung

SWA

SWA atau None

Tahan Api

Ya, IEC/EN 60332-1-2

Tergantung tipe

Temperatur Operasi

-25°C hingga 90°C

-15°C hingga 70°C

Aplikasi

Indoor, Outdoor, Tanah

Indoor, Outdoor

Kesimpulan: N2XRY lebih tahan panas, tahan api, dan cocok untuk instalasi di kondisi ekstrem dibandingkan kabel PVC standar.


Bagaimana Cara Memilih Kabel N2XRY yang Tepat?

Pertimbangkan hal berikut:

  1. Jumlah inti kabel: Sesuaikan dengan fase listrik dan kebutuhan arus.

  2. Luas penampang: Sesuaikan dengan arus nominal dan jarak kabel.

  3. Lingkungan instalasi: Tanah, indoor, atau outdoor? Pilih SWA untuk proteksi mekanis maksimal.

  4. Kebutuhan tahan api: Untuk bangunan publik atau industri, prioritaskan kabel dengan sertifikasi flame retardant.


Studi Kasus Penggunaan Kabel N2XRY di Indonesia

  1. PLTU Jawa Timur: Kabel N2XRY 3 inti 95 mm² digunakan untuk distribusi tenaga tinggi di area outdoor dan underground ducting. Kabel ini terbukti tahan terhadap kelembaban dan panas ekstrem.

  2. Pabrik Manufaktur di Karawang: Kabel 4 inti 50 mm² digunakan untuk sistem kontrol dan distribusi daya, mengurangi risiko downtime akibat kebakaran atau kerusakan mekanis.

  3. Gedung Perkantoran Jakarta: Kabel 2 inti 16 mm² digunakan untuk instalasi indoor, aman dari risiko kebakaran dan mudah diidentifikasi dengan kode warna inti.


FAQ – Pertanyaan Umum Tentang Kabel N2XRY 0.6/1kV

Apakah Kabel N2XRY Tahan Api?

Ya, kabel ini memenuhi standar IEC/EN 60332-1-2, sehingga tahan terhadap percikan api dan nyala api terbatas.

Berapa Radius Lengkung Minimum Kabel N2XRY?

  • 1,5–16 mm²: 6 x diameter kabel

  • ≥25 mm²: 8 x diameter kabel

Bisakah Kabel Ini Digunakan di Tanah Langsung?

Ya, kabel N2XRY cocok untuk direct burial di tanah bebas air.

Bagaimana Cara Menentukan Ukuran Kabel yang Tepat?

Pertimbangkan arus nominal, jumlah inti, dan jarak kabel. Gunakan tabel kapasitas arus sebagai panduan.

Apakah Kabel Ini Cocok Untuk Instalasi Outdoor di Indonesia?

Ya, kabel ini dirancang untuk tahan terhadap sinar UV dan kelembaban tinggi, ideal untuk kondisi tropis.

Apakah Ada Alternatif Kabel Untuk Aplikasi Indoor Saja?

Jika tidak membutuhkan perlindungan mekanis ekstra, kabel BS 5467 PVC standar bisa dipertimbangkan.


Saran Instalasi Kabel N2XRY

  1. Gunakan konektor dan klem yang sesuai: Untuk mencegah kerusakan mekanis.

  2. Hindari tikungan tajam: Sesuaikan dengan radius lengkung minimum.

  3. Pemasangan di tanah: Gunakan ducting atau lapisan pasir untuk menghindari kontak langsung dengan batu tajam.

  4. Periksa kode warna inti kabel: Untuk instalasi fase dan netral yang tepat.


Untuk proyek industri atau konstruksi Anda, pilih kabel N2XRY 0.6/1kV untuk keamanan, efisiensi, dan umur panjang. Hubungi distributor resmi atau supplier listrik tepercaya untuk mendapatkan kabel dengan sertifikasi asli BS 5467 dan dukungan teknis instalasi.